Rabu, 26 Agustus 2026

Maria Teladan Hidup Umat Beriman

 

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik memahami kedudukan dan peran Maria dalam sejarah keselamatan sehingga mampu bersyukur dan meneladan ketaatan Maria dalam melaksanakan kehendak Allah.

 Ayat yang perlu direnungkan:

“Aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu” (Luk. 1:38).

Mengapa Bunda Maria mendapat kedudukan dan penghormatan yang istimewa dalam Gereja Katolik? Bagaimana penghormatan yang baik dan benar kepada Bunda Maria? Apa saja yang dapat dilakukan untuk menghormati Bunda Maria? Melalui pembelajaran pada subbab ini, kalian diharapkan mampu mengenal, mencintai, dan meneladani Bunda Maria. Ia hamba Tuhan yang mendengarkan dan melaksanakan Sabda Allah. Ia menjadi teladan dalam kerendahan hati dan ketaatan dalam hidup beriman. Semoga kalian dapat bercermin dari kerendahan hati dan ketaatan Bunda Maria dalam menanggapi kehendak Allah.

 Memahami keteladanan Bunda Maria dalam hidup beriman menurut Ajaran Gereja dan Kitab Suci

1.       Bacalah dokumen Konsili Vatikan II tentang Lumen Gentium art. 61 dan 62 dan Lukas 1:26-38 berikut ini!

Lumen Gentium art. 61 dan 62

Sehubungan dengan penjelmaan Sabda ilahi Santa Perawan sejak kekal telah ditetapkan untuk menjadi Bunda Allah. Berdasarkan rencana penyelenggaraan ilahi ia di dunia ini menjadi Bunda Penebus ilahi yang mulia, secara sangat istimewa mendampingi-Nya dengan murah hati, dan menjadi Hamba Tuhan yang rendah hati. Dengan mengandung Kristus, melahirkan-Nya, membesarkan-Nya, menghadapkan-Nya kepada Bapa di kenisah, serta dengan ikut menderita bengan Puteranya yang wafat di kayu salib, ia secara sungguh istimewa bekerja sama dengan karya juru selamat, dengan ketaatannya, iman, pengharapan serta cinta kasihnya yang berkobar, untuk membaharui hidup adikodrtai jiwa-jiwa. Oleh karena itu dalam tata rahmat ia menjadi Bunda kita. “Ada pun dalam tata rahmat itu peran Maria sebagai Bunda tiada hentinya terus berlangsung, sejak persetujuan yang dengan setia diberikannya pada saat Warta Gembira, dan yang tanpa ragu-ragu dipertahankan di bawah salib, hingga penyempurnaan kekal semua para terpilih. Sebab sesudah diangkat ke sorga ia tidak meninggalkan peran yang membawa keselamatan itu, melainkan dengan aneka perantaraannya ia terus-menerus memperolehkan bagi kita kurnia-kurnia yang menghantar kepada keselamatan kekal. Dengan cinta kasih keibuannya ia meperhatikan saudara-saudara Puteranya, yang masih dalam peziarahan dan menghadapi bahaya-bahaya serta kesukaran-kesukaran, sampai mereka mencapai tanah air yang penuh kebahagiaan. Oleh karena itu dalam gereja Santa Perawan disapa dengan gelar Pembela, Pembantu, Penolong, Perantara . Akan tetapi itu diartikan sedemikian rupa, sehingga tidak mengurangi pun tidak menambah martabat serta dayaguna Kristus satu-satunya Pengantara . Sebab tiada makhluk satu pun yang pernah dapat disejajarkan dengan Sabda yang menjelma dan Penebus kita.”

 Lukas 1:26-38

26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, 27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. 28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” 29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. 30 Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. 31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. 32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, 33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” 34 Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” 35 Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. 36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. 37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” 38 Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

 

Pokok Penegasan:

Peran Bunda Maria dalam sejarah keselamatan secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut: 

  • Ketika menerima kabar yang disampaikan oleh Malaikat Gabriel, Bunda Maria memberikan persetujuan untuk menjadi Bunda Penebus Ilahi yang mulia. Bunda dari Sang Mesias yang dinantikan sejak perjanjian lama.
  •  Dengan ketaatan penuh, dia menjawab tugas perutusan yang diamanatkan kepadanya. “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”
  • Dalam ketaatannya, Bunda maria mengandung Kristus, melahirkan-Nya, membesarkan-Nya, menghadapkan-Nya kepada Bapa di kenisah, serta ikut menderita dengan Puteranya yang wafat di kayu salib. Ia secara sungguh istimewa bekerja sama dengan karya juru selamat, dengan ketaatannya, iman, pengharapan serta cinta kasihnya yang berkobar.

  1. Ketaatan total Bunda Maria pada kehendak Allah untuk terlibat dalam karya keselamatan Allah mendorong Gereja memberikan tempat istimewa kepadanya, dan gereja menghormati Bunda Maria secara khusus, dengan melakukan berbagai devosi, (sikap bakti atau kebaktian khusus) kepada Bunda Maria. Misalnya, bulan Mei dikhususkan untuk bulan Maria, bulan Oktober sebagai bulan rosario, doa Salam Maria, doa Rosario, Novena, Ziarah ke Gua Maria dan sebagainya.
  2. Devosi kepada Bunda Maria tidak sedikit pun dimaksudkan untuk mengurangi kedudukan Putera-Nya. Sebab devosi yang sehat dan benar membawa umat kepada iman akan Yesus Kristus yang semakin berakar kuat dan mendalam. Melalui devosi tersebut, umat ditolong meneladani Bunda Maria, untuk menjatuhkan pilihan bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat mereka satusatunya, sehingga imannya semakin bermutu dan berbuah.
  3. Devosi kepada Bunda Maria adalah bagian dari ungkapan cinta dan penghormatan kita kepada Ibunda Sang Juruselamat.
  4. Tiga tahap yang dapat kita lakukan dalam mencintai Bunda Maria. Pertama, mengenal atau mengetahui Maria. Kedua, mengagumi Maria. Ketiga, meneladani Maria. Cinta kita akan Maria tidak berhenti dengan rasa kagum. Kita ditarik untuk meneladan keutamaan- keutamaannya dalam kehidupan kita.
  5. Ketaatan iman yang sempurna yang ditunjukkan Bunda Maria harus menjadi teladan dan pedoman dalam kehidupan beriman kita sehari-hari. Kita harus meyakini bahwa peristiwa sehari-hari yang kita alami merupakan bagian dari rencana Allah yang berkehendak menyelamatkan semua orang disertai dengan sikap berserah diri kepada kehendak Allah.

 Kerjakan 2 soal uraian ini: 

  1. Jelaskan kedudukan dan peran Bunda Maria dalam karya keselamatan Allah berdasarkan dokumen Konsili Vatikan II (Lumen Gentium art. 61-62)!
  2. Berdasarkan perenungan Injil Lukas 1:26-38, bagaimana makna pernyataan ketaatan Bunda Maria: "Aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu" dalam merespons kehendak Allah?

  3. Mengapa Gereja Katolik memberikan penghormatan khusus (devosi) kepada Bunda Maria? Jelaskan pula mengapa devosi tersebut tidak mengurangi kedudukan Yesus Kristus sebagai satu-satunya Juruselamat!

  4. Sebutkan dan jelaskan tiga tahap yang dapat dilakukan oleh umat beriman dalam proses mencintai serta meneladani Bunda Maria!

  5. Bagaimana bentuk tindakan nyata yang dapat kamu lakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk meneladani sifat kerendahan hati dan ketaatan iman Bunda Maria?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sorotan

Pengantar

  Selamat Datang di Ruang Belajar Kita Salam damai dan sukacita dalam Kristus. 🙏 Halo teman-teman! Selamat datang di blog pembelajaran Pen...