Tujuan
Pembelajaran
Peserta didik
mampu memahami peran jemaat setempat dalam pengembangan iman sehingga mampu
bersyukur dan tergerak untuk berperan secara aktif dalam berbagai kegiatan
pengembangan iman di lingkungannya.
Karya
keselamatan Allah tidak berhenti dalam suatu masa tertentu tetapi terus
berlangsung sampai akhir zaman. Beriman atau menanggapi karya keselamatan Allah
juga harus terus-menerus dilakukan sampai akhir hayat kita. Menjaga dan
mengembangkan kehidupan beriman tentu saja tidaklah mudah. Ada banyak tantangan
dan godaan yang akan ditemui., apalagi pada saat ini, di tengah gencarnya
perkembangan digital. Dalam mengembangkan iman, tidak bisa kita lakukan sendiri
tanpa kehadiran dan peran orang lain, baik sebagai pribadi maupun sebagai
komunitas umat beriman di lingkungannya. Melalui pembelajaran ini, diharapkan
kalian semakin memahami peran jemaat dalam pengembangan iman sehingga
memotivasi kalian untuk ikut terlibat secara aktif dalam berbagai kegiatan
pengembangan iman di dalam keluarga, lingkungan, atau paroki kalian.
Menimba
inspirasi dari cara hidup Jemaat Perdana dalam pengembangan iman
1.
Bacalah Kisah Para Rasul
2:41-47 dan Kisah Para Rasul 4:32-37 berikut ini:
Kisah Para Rasul 2:41-47
41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. 42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. 43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. 44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, 45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. 46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.
- 32 Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorang pun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. 33 Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpahlimpah. 34 Sebab tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa 35 dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya. 36 Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus. 37 Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
- Tanaman akan tumbuh dengan subur dan menghasilkan buah yang berlimpah jika dirawat, dan dipupuk atau dipelihara dengan baik. Demikian juga halnya dengan iman, agar dapat menghasilkan buah-buah keselamatan, maka tanaman perlu dipupuk dan dikembangkan.
- Usaha mengembangkan iman tidaklah mudah, banyak tantangan yang harus dihadapi baik yang bersifat internal maupun eksternal.” “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala” (Mat. 10:6).
- Kehadiran sesama jemaat beriman, baik keluarga, jemaat di lingkungan atau Gereja setempat sangat dibutuhkan karena hidup beriman memiliki dua aspek, yaitu aspek personal dan aspek sosial.
- Peran keluarga atau orang tua sangat penting dalam pengembangan iman, karena dari merekalah anak-anak mengenal imannya. Demikian juga jemaat sekitar memiliki peran yang tidak bisa diabaikan dalam pengembangan iman seseorang.
- Hal ini sangat nyata dari cara hidup Gereja Perdana (Kis. 2:41-47; 4:32-37), yaitu:
- Mereka bertekun dalam pengajaran para rasul dan dalam persekutuan.
- Selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
- Mereka saling peduli dengan membagikan harta mereka kepada mereka yang membutuhkan sehingga tidak ada yang kekurangan.
- Dengan sehati mereka berkumpul setiap hari di Bait Allah.
Cara hidup
Gereja Perdana dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk terlibat secara aktif
dalam perayaan iman bersama, seperti:
- Perayaan Ekaristi.
- Berdoa bersama secara bergilir di lingkungan.
- Peduli kepada orang lain terutama yang membutuhkan, melalui kolekte, APP, aksi Adven/aksi natal.
- Pendalaman iman.
- Pendalaman Kitab Suci dan sebagainya.
- Jelaskan perbedaan antara sekadar "percaya" di bibir saja dengan sikap "beriman" yang sungguh-sungguh berdasarkan perumpamaan/kisah atraksi penyeberangan tali!
Berdasarkan Dokumen Konsili Vatikan II (Dei Verbum art. 5), jelaskan apa yang dimaksud dengan ketaatan iman (obsequium fidei) dan bagaimana manusia menyerahkan diri secara utuh kepada Allah!
Mengapa Nabi Abraham disebut sebagai Bapa Orang Beriman? Jelaskan bukti ketaatan imannya berdasarkan surat Ibrani 11:1-3, 8-12!
Jelaskan hubungan antara iman dan perbuatan berdasarkan surat Yakobus 2:14-26, serta mengapa iman tanpa perbuatan dinyatakan sebagai "iman yang mati"!
Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah atau tindakan konkret yang dapat kamu lakukan dalam kehidupan sehari-hari sebagai perwujudan nyata dari imanmu!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar