Rabu, 26 Agustus 2026

Beriman Kristiani

 

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu memahami Yesus Kristus sebagai tanda pewahyuan Allah yang paling agung, yang menjadi sumber dan kekhasan iman kristiani sehingga mendorong mereka untuk bersyukur dan mewujudkan imannya dalam hidup menggereja.

Ayat yang perlu direnungkan:

 “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati” (Yoh. 11:25)

Iman adalah jawaban atas wahyu Allah, tanggapan atas tawaran karya keselamatan Allah, dan perjumpaan pribadi dengan Allah. Iman akan berkembang jika diwujudkan dalam perbuatan sehari-hari. Bagi seorang Kristiani, Yesus Kristus menjadi tanda agung pewahyuan Allah. Dalam dan melalui Yesus, Allah memperkenalkan diri secara sempurna. Dalam diri Yesus, Allah yang tidak kelihatan menjadi nyata. Janji Allah untuk menyelamatkan umat manusia terlaksana secara penuh dan nyata dalam diri Yesus. Yesus Kristus adalah ciri khas iman kristiani. Melalui pembelajaran ini, kalian diharapkan semakin sungguh-sungguh mengimani Tuhan Yesus sebagai tanda pewahyuan Allah paling agung, yang menjadi sumber dan ciri khas iman kristiani sehingga mampu bersyukur dan mewujudkan iman dalam hidup menggereja.

Memahami Ajaran Gereja tentang ciri khas iman kristiani

1.       Bacalah kutipan Kitab Suci dari Yohanes 14:6-10 dan dokumen Lumen Gentium art. 14 berikut ini!

Yohanes 14:6-10

6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. 7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” 8 Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” 9 Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. 10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. 11 Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaanpekerjaan itu sendiri.

 Lumen Gentium art. 14

Maka terutama kepada umat beriman katoliklah Konsili suci mengarahkan perhatiannya. Berdasarkan Kitab suci dan Tradisi konsili mengajarkan, bahwa Gereja yang sedang mengembara ini perlu untuk keselamatan. Sebab hanya satulah Pengantara dan jalan keselamatan, yakni Kristus. Ia hadir bagi kita dalam tubuh-Nya, yakni Gereja. Dengan jelas-jelas menegaskan perlunya iman dan babtis (lih. Mrk 16:16; Yoh 3:5). Kristus sekaligus menegaskan perlunya Gereja, yang dimasuki orang-orang melalui babtis bagaikan pintunya. Maka dari itu andaikata ada orang, yang benar-benar tahu, bahwa Gereja katolik itu didirikan oleh Allah melalui Yesus Kristus sebagai upaya yang perlu, namun tidak mau masuk ke dalamnya atau tetap tinggal di dalamnya, ia tidak dapat diselamatkan. Dimasukkan sepenuhnya kedalam sertifikat Gereja mereka, yang mempunyai Roh Kristus, menerima baik seluruh tata-susunan Gereja serta semua upaya keselamatan yang diadakan didalamnya, dan dalam himpunannya yang kelihatan digabunggkan dengan Kristus yang membimbingnya melalui Imam Agung dan para uskup, dengan ikatan-ikatan ini, yakni: pengakuan iman, sakramen-sakramen dan kepemimpinan gerejani serta persekutuan. Tetapi tidak diselamatkan orang, yang meskipun termasuk anggota Gereja namun tidak bertambah dalm cinta-kasih; jadi yang “dengan badan” memang berada dalam pangkuan Gereja, melainkan tidak “dengan hatinya”(26). Pun hendaklah semua Putera Gereja menyadari, bahwa mereka menikmati keadaan yang istimewa itu bukan karena jasa-jasa mereka sendiri, melainkan berkat rahmat Kristus yang istimewa pula. Dan bila mereka tidak menanggapi rahmat itu dengan pikiran, perkataan dan perbuatan, mereka bukan saja tidak diselamatkan, malahan akan diadili lebih keras.

 Pokok Penegasan:

  1. Bagi seorang kristiani, peristiwa pembaptisan merupakan pernyataan iman akan karya Allah yang menyelamatkan dan berpuncak dalam pribadi Yesus Kristus. Dialah Allah yang hadir di tengah-tengah kita, masuk dalam dimensi ruang dan waktu, merasakan suka duka manusia. Allah yang solider dengan kelemahan manusia.
  2.  Ciri khas iman Kristiani juga dinyatakan dalam Syahadat/Kredo atau pengakuan iman. Dalam Syahadat terungkap tentang iman akan Tri Tunggal Mahakudus. Inti pokok iman akan Allah Tri Tunggal adalah bahwa Allah (Bapa) menyelamatkan manusia dalam Kristus (Putera) oleh Roh Kudus. Ajaran mengenai Allah Tritunggal pertama-tama bukan berbicara tentang hidup Allah dalam diriNya sendiri, melainkan mengenai misteri Allah yang memberikan diri kepada manusia.
  3. Orang beriman kristiani adalah orang yang dalam keseharian hidupnya selalu dimotivasi dan diwarnai oleh iman kristianinya, bukan sekadar alasan yang cenderung bersifat lahiriah. Orang yang benar-benar beriman Kristiani adalah seorang yang religius, orang yang selalu menyandarkan hidupnya kepada karya Kristus yang menyelamatkan.
  4. Tiga aspek hidup beriman Kristiani:

  • Pengalaman iman: menyadari campur tangan Allah yang menyelamatkan dalam peristiwa hidup kita, yang berpuncak dalam diri Yesus kristus.
  • Penyerahan iman: menjawab dan menanggapi panggilan Allah, dengan menyerahkan diri kepada kehendak Allah, yang diwujudkan dalam hidup sehari-hari.
  • Pengetahuan iman: hal-hal mendasar yang harus dimengerti sebagai orang beriman sehingga mampu mempertanggungjawabkan imannya.

Cara mengungkapkan dan mewujudkan iman kristiani dalam hidup sehari-hari:

  • Mengikuti Perayaan Ekaristi pada hari minggu.
  • Mengaku dosa di hadapan imam.
  • Pantang dan puasa (matiraga).
  • Berdoa pribadi maupun doa bersama.
  • Ziarah.
  • Bela rasa pada yang menderita

Kerjakan 5 soal uraian ini:
  1. Mengapa Yesus Kristus disebut dan dihayati sebagai tanda pewahyuan Allah yang paling agung sekaligus menjadi sumber dan ciri khas iman Kristiani? Jelaskan berdasarkan Injil Yohanes 14:6-10!
  2. Berdasarkan dokumen Lumen Gentium art. 14, jelaskan peran Gereja Katolik sebagai sarana keselamatan serta apa konsekuensinya bagi anggota Gereja yang hanya terikat secara lahiriah ("dengan badan") tetapi tidak di dalam hati!

  3. Pengakuan iman Kristiani terungkap dalam Syahadat/Kredo mengenai Tri Tunggal Mahakudus. Jelaskan inti pokok ajaran iman akan Allah Tri Tunggal dalam relasinya dengan karya keselamatan manusia!

  4. Sebutkan dan jelaskan tiga aspek utama dalam kehidupan beriman Kristiani (Pengalaman iman, Penyerahan iman, dan Pengetahuan iman)!

  5. Tuliskan 5 contoh tindakan atau bentuk kegiatan konkret dalam kehidupan sehari-hari untuk mengungkapkan dan mewujudkan iman Kristiani, baik secara personal maupun bersama Gereja!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sorotan

Pengantar

  Selamat Datang di Ruang Belajar Kita Salam damai dan sukacita dalam Kristus. 🙏 Halo teman-teman! Selamat datang di blog pembelajaran Pen...