Sekarang kalian berada di jenjang akhir Pendidikan SMP. Peserta didik kelas IX semestinya sudah mengetahui dan memiliki cita-cita atau harapan masa depan yang akan dicapai dan sudah mulai merencanakan kelanjutan pendidikannya di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA/ SMK) sesuai dengan minat, bakat, dan cita-cita di masa yang akan datang. Bab ini, kalian diajak untuk memahami tentang pentingnya citacita dalam membangun masa depan.
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik dapat memahami pentingnya cita-cita dalam perjuangan membangun masa depan sehingga mendorong peserta didik untuk bersikap lebih bertanggung jawab dan bekerja keras dalam mewujudkannya.
Mendalami ajaran Gereja dalam meraih cita-cita
1.
Bacalah kutipan Surat Rasul
Paulus kepada Jemaat di Filipi 3:13-15 berikut ini!
“13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, 14 dan berlarilari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. 15 Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu.”
Pokok-pokok penegasan sebagai berikut:
- Cita-cita adalah keinginan atau kehendak yang selalu ada dalam pikiran dan menjadikan seseorang berusaha untuk mewujudkannya.
- Cita-cita sangat penting dalam upaya membangun masa depan yang lebih baik, karena dengan memiliki cita-cita, seseorang tidak akan mudah kehilangan arah dan tidak mudah larut dalam godaan karena memiliki arah yang jelas terhadap tujuan hidupnya.
- Dalam usaha meraih cita-cita untuk membangun masa depan, diperlukan tekad yang kuat, kerja keras atau belajar dengan sungguh-sungguh, pantang menyerah, keberanian untuk bangkit dari kegagalan, dan kemampuan menjalin kerja sama dengan orang lain, serta melibatkan Tuhan dalam setiap perjuangan kita.
- Hal-hal yang harus kita pertimbangkan dalam merencanakan masa depan adalah:
- Mengukur kemampuan.
- Bersikap realistis.
- Selalu siap untuk berubah.
- Siap untuk bekerja keras dan tidak mudah putus asa.
5. Santo Paulus mengajak kita untuk menyadari bahwa kita bebas untuk
menentukan cita-cita kita masing-masing. Tetapi, kebebasan itu harus kita
lakukan sesuai dengan kehendak Allah, denga ganjaran mahkota kemuliaan, yaitu
panggilan sorgawi dalam Kristus Yesus.
Kerjakan 5 soal uraian ini:
- Mengapa keberadaan cita-cita sangat penting bagi seorang peserta didik dalam upaya membangun masa depan yang lebih baik?
Berdasarkan perenungan surat Kolose 3:17, bagaimana seharusnya seorang Kristiani bersikap dan bertindak dalam setiap usaha meraih cita-citanya?
Sebutkan dan jelaskan hal-hal yang perlu dipertimbangkan dan disiapkan oleh seseorang dalam merencanakan masa depannya!
Jelaskan pesan Santo Paulus dalam surat Filipi 3:13-15 mengenai sikap mental yang harus dimiliki dalam mengarahkan diri menuju tujuan masa depan!
Bagaimana hubungan antara kebebasan manusia dalam menentukan cita-cita dengan kehendak Allah berdasarkan ajaran Gereja Katolik?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar