Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu memahami sikap Gereja Katolik terhadap
agama dan kepercayaan lain dan menuliskan refleksi tentang usaha menciptakan
kerukunan umat beragama sehingga mampu bersyukur dengan bersikap toleran
terhadap pemeluk agama dan kepercayaan lain.
Ajaran Gereja yang harus direnungkan
“Sebab semua bangsa merupakan satu masyarakat, mempunyai
satu asal, sebab Allah menghendaki segenap umat manusia mendiami seluruh muka
bumi.” (Nostra Aetate Art. 1)
Hidup bersama dengan orang-orang yang memiliki ideologi, pandangan, pendapat, paham, budaya, agama, dan kepercayaan yang sama jauh lebih mudah dari pada ketika kita harus hidup berdampingan dengan mereka yang memiliki latar belakang yang berbeda, khususnya dalam hal agama dan kepercayaan. Perbedaan ini, kalau tidak disikapi secara arif dan bijaksana akan membawa dampak negatif yang dapat mengancam kedamaian hidup bersama. Konflik yang dipicu oleh sentimen agama dan kepercayaan mengakibatkan berbagai macam korban material maupun imaterial, termasuk anak-anak yang tidak berdosa akan kehilangan kesempatan mengembangkan diri. Tidak jarang konflik tersebut menelan korban jiwa dan merugikan kedua belah pihak yang sedang bertikai. Hidup dalam masyarakat yang pluralis memang menuntut setiap orang untuk bersikap terbuka terhadap mereka yang berbeda. Saling menjaga, saling menghargai, dan menerima perbedaan menjadi kunci keberhasilan dalam mengatasi perbedaan yang ada.
Memahami sikap Gereja terhadap agama dan kepercayaan
berdasarkan ajaran Gereja
Unitatis Redintegratio Art. 1
Mendukung PEMULIHAN KESATUAN antara segenap umat kristen merupakan salah satu maksud utama Konsili Ekumenis Vatikan II. Sebab yang didirikan oleh Kristus Tuhan ialah Gereja yang satu dan tunggal. Sedangkan banyak persekutuan Kristen membawakan diri sebagai pusaka warisan Yesus Kristus yang sejati bagi umat manusia. Mereka semua mengaku sebagai murid-murid Tuhan, tetapi berbeda-beda pandangan dan menempuh jalan yang berlain-lainan pula, seolah-olah Kristus sendiri terbagi-bagi[1]. Jelaslah perpecahan itu terang-terangan berlawanan dengan kehendak Kristus, dan menjadi batu sandungan bagi dunia, serta merugikan perutusan suci, yakni mewartakan Injil kepada semua makhluk.(Art 1 alinea 1). Maka, sambil mempertimbangkan itu semua dengan hati gembira, konsili suci ini, karena sudah menguraikan ajaran tentang Gereja, terdorong oleh keinginan untuk memulihkan kesatuan antara semua murid Kristus, bermaksud menyajikan kepada segenap umat katolik bantuan-bantuan, upaya-upaya dan cara-cara, untuk menolong mereka menanggapi panggilan serta rahmat ilahi itu. (Art 1 alinea 3).
Unitatis Redintegratio Art. 4
Sekarang ini, atas dorongan rahmat Roh Kudus, di cukup banyak daerah berlangsunglah banyak usaha berupa doa, pewartaan dan kegiatan, untuk menuju ke arah kepenuhan kesatuan yang dikehendaki oleh Yesus Kristus. Maka Konsili suci mengundang segenap umat katolik, untuk mengenali tanda-tanda zaman, dan secara aktif berperanserta dalam kegiatan ekumenis. Yang dimaksudkan dengan “Gerakan Ekumenis” ialah: kegiatan-kegiatan dan usahausaha, yang – menanggapi bermacam-macam kebutuhan Gereja dan berbagai situasi – diadakan dan ditujukan untuk mendukung kesatuan umat kristen; misalnya: pertama, semua daya-upaya untuk menghindari kata-kata, penilaian-penilaian serta tindakantindakan, yang ditinjau dari sudut keadilan dan kebenaran tidak cocok dengan situasi saudara-saudari yang terpisah, dan karena itu mempersukar hubungan-hubungan dengan mereka; kemudian, dalam pertemuan-pertemuan umat kristen dari berbagai Gereja atau Jemaat, yang diselenggarakan dalam suasana religius, “dialog” antara para pakar yang kayainformasi, yang memberi ruang kepada masing-masing peserta untuk secara lebih mendalam menguraikan ajaran persekutuannya, dan dengan jelas menyajikan corak-cirinya. Sebab melalui dialog itu semua peserta memperoleh pengertian yang lebih cermat tentang ajaran dan perihidup kedua persekutuan, serta penghargaan yang lebih sesuai dengan kenyataan. Begitu pula persekutuan-persekutuan itu menggalang kerja sama yang lebih luas lingkupnya dalam aneka usaha demi kesejahteraan umum menurut tuntutan setiap suara hati kristen; dan bila mungkin mereka bertemu dalam doa sehati sejiwa. Akhirnya mereka semua mengadakan pemeriksaan batin tentang kesetiaan mereka terhadap kehendak Kristus mengenai Gereja, dan sebagaimana harusnya menjalankan dengan tekun usaha pembaharuan dan perombakan.
Nostra Aetate Art. 2
…Agama-agama lain, yang terdapat diseluruh dunia, dengan pelbagai cara berusaha menanggapi kegelisahan hati manusia, dengan menunjukkan berbagai jalan, yakni ajaran-ajaran serta kaidah-kaidah hidup maupun upacara-upacara suci. Gereja katolik tidak menolak apapun, yang dalam agama-agama itu serab benar dan suci. Dengan sikap hormat yang tulus Gereja merenungkan cara-cara bertindak dan hidup, kaidah-kaidah serta ajaran-ajaran, yang memang dalam banyak hal berbeda dari apa yang diyakini dan diajarkannya sendiri, Tetapi tidak jarang toh memantulkan sinar kebenaran, yang menerangi semua orang. Namun Gereja tiada hentinya mewartakan dan wajib mewartakan Kristus, yakni “jalan, kebenartan dan hidup” (Yoh 14:6); dalam Dia manusia menemukan kepenuhan hidup keagamaan, dalam Dia pula Allah mendamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya. Maka Gereja mendorong para puteranya, supaya dengan bijaksana dan penuh kasih, melalui dialog dan kerja sama dengan para penganut agama-agama lain, sambil memberi kesaksian tentang iman serta perihidup kristiani, mengakui, memelihara dan mengembangkan harta-kekayaan rohani dan moral serta nilainilai sosio-budaya, yang terdapat pada mereka.
Untuk dipahami:
- Gereja Katolik, melalui Konsili Vatikan II membuka diri terhadap permasalahan yang dihadapi oleh umat manusia dan berusaha menjawab tantangan zaman serta dapat menerapkan iman Katolik dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagaimana Gereja Katolik mengambil sikap atas perbedaan agama dan kepercayaan yang ada.
- Dekrit Unitatis Redentegratio menegaskan tentang sikap Gereja Katolik terhadap saudara seiman yang berbeda gereja. Gereja Katolik merangkul mereka dengan sikap penuh hormat dan kasih. Gereja Katolik mengundang semua umat Katolik berperan aktif dalam gerakan ekumenis, gerakan memulihkan kesatuan umat kristen dengan berusaha mengatasi hambatan-hambatan yang ada.
- Kegiatan-kegiatan dan usaha-usaha dalam menanggapi bermacam-macam kebutuhan gereja dan berbagai situasi diadakan dan ditujukan untuk mendukung kesatuan umat kristen, antara lain:
a. Semua daya upaya untuk menghindari kata-kata,
penilaian-penilaian, serta tindakan-tindakan, yang ditinjau dari sudut keadilan
dan kebenaran tidak cocok dengan situasi saudara-saudari yang terpisah, dan
karena itu mempersulit hubungan-hubungan dengan mereka.
b. Pertemuan-pertemuan umat kristen dari berbagai gereja atau
jemaat, yang diselenggarakan dalam suasana religius.
c. Dialog antara para pakar yang kaya informasi, yang memberi
ruang kepada masing-masing peserta untuk secara lebih mendalam menguraikan
ajaran persekutuannya, dan dengan jelas menyajikan corak-cirinya. Sebab melalui
dialog itu, semua peserta memperoleh pengertian yang lebih cermat tentang
ajaran dan nasihat kedua persekutuan, serta penghargaan yang lebih sesuai
dengan kenyataan.
d. Menggalang kerja sama yang lebih luas lingkupnya dalam
aneka usaha demi kesejahteraan umum menurut tuntutan setiap suara hati kristen.
e. Dan bila mungkin mereka bertemu dalam doa sehati sejiwa.
- Bila umat Katolik melaksanakan dengan bijaksana dan sabar di bawah pengawasan para gembala, gerakan itu akan membantu terwujudnya nilai-nilai keadilan dan kebenaran, kerukunan dan kerja sama, semangat persaudaraan dan persatuan.
- Dalam dokumen Dekrit Nostra Aetate tertuang sikap Gereja terhadap agama dan kepercayaan lain yang bukan Kristen.
a. Konsili Suci memandang bahwa “Sebab semua bangsa merupakan
satu masyarakat, mempunyai satu asal, sebab Allah menghendaki segenap umat
manusia mendiami seluruh muka bumi. Semua juga mempunyai satu tujuan terakhir,
yakni Allah yang penyelenggaraan-Nya, bukti-bukti kebaikan-Nya dan rencana
penyelamatan-Nya meliputi semua orang.
b. Gereja Katolik menghargai umat beragama dan berkepercayaan
lain yang ada di seluruh dunia dengan sikap tulus dan hormat, mendukung
terciptanya persaudaraan sejati. Melatih diri dengan sikap yang tulus untuk
saling memahami dan bersama-sama membela serta mengembangkan keadilan sosial
bagi semua orang, menegakkan perdamaian dan memperjuangkan kebebasan.
c. Gereja tidak menolak apa pun yang benar dan suci dalam
agama dan kepercayaan lain. Menghargai cara bertindak, cara hidup, kaidah, dan
ajarannya meskipun dalam banyak hal berbeda dengan iman Katolik, tetapi juga
memancarkan kebaikan Allah. Gereja mendorong kepada umatnya untuk menjalin
kerja sama dengan mereka dalam mengatasi berbagai macam permasalahan yang
dihadapi manusia dan dunia dewasa ini, sambil mewartakan iman kristiani.
d. Gereja mengecam setiap dikriminasi antara orang-orang atau
penganiayaan berdasarkan keturunan atau warna kulit, kondisi hidup atau agama,
sebagai berlawanan dengan semangat Kristus. Gereja meminta setiap umat
Kristiani untuk memelihara cara hidup yang baik, hidup damai dengan semua orang
sehingga mereka sungguh-sungguh menjadi putera Bapa di surga.
Kerjakan 5 soal uraian ini:
Jelaskan latar belakang dan tujuan utama diadakannya Konsili Vatikan II terkait Dekrit Unitatis Redintegratio Art. 1 dalam hubungannya dengan kesatuan umat Kristen!
Mengapa hidup bersama dalam masyarakat yang pluralis/beragam menuntut sikap terbuka dari setiap individu? Jelaskan pula dampak negatif yang dapat terjadi jika perbedaan agama tidak disikapi secara bijaksana!
Berdasarkan dokumen Unitatis Redintegratio Art. 4, sebutkan dan jelaskan 3 bentuk kegiatan atau usaha nyata yang termasuk dalam "Gerakan Ekumenis" untuk mendukung kesatuan umat Kristen!
Bagaimana sikap Gereja Katolik terhadap kebenaran dan nilai-nilai yang ada di dalam agama-agama non-Kristen berdasarkan dokumen Nostra Aetate Art. 2?
Dokumen Nostra Aetate secara tegas mengecam segala bentuk diskriminasi dan penganiayaan. Jelaskan alasan Gereja mengecam tindakan tersebut dan apa yang diharapkan dari setiap umat Kristiani dalam menjaga perdamaian di tengah masyarakat!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar