Mengapa materi ini perlu dipelajari?
Agar kita mampu memahami ajaran Gereja dan Kitab Suci tentang hak dan
kewajiban umat beriman kristiani dan pada akhirnya mampu membangun sikap
menghargai hak dan menjalankan kewajiban sebagai umat beriman Kristiani.
Ayat untuk direnungkan
“Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak
memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah
disediakan.” (Mrk. 10:40)
Pengantar
Menjadi warga Gereja, pertama-tama karena cinta kasih Allah yang telah memanggil
kita. Panggilan itu disampaikan melalui berbagai cara, di antaranya melalui orang tua,
keluarga, sahabat, dan kesaksian iman dari orang lain baik secara langsung maupun
tidak langsung.
Melalui peristiwa pembaptisan, kita dinyatakan sah menjadi anggota Gereja.
Sejak saat itulah kita memasuki babak baru dalam peziarahan hidup kita. Kita mulai
mengenal tata cara hidup sebagai anggota Gereja sehingga lebih menghayati iman
Katolik sesuai dengan teladan Yesus Kristus.
Setelah menjadi anggota Gereja Katolik yang sah, maka kita mempunyai
kewajiban dan hak sebagai konsekuensi dari keanggotaan kita. Apa yang menjadi
kewajiban dan hak sebagai anggota Gereja? Bagaimana seharusnya kita menjalankan
kewajiban dan hak sebagai anggota Gereja? Mari kita memusatkan diri untuk
bersama-sama memahami hak dan kewajiban sebagai anggota Gereja.
Pokok Penegasan:
1. Kewajiban Anggota Gereja
Kewajiban sebagai anggota Gereja adalah sesuatu yang harus dilaksanakan secara
sadar dan penuh tanggung jawab sebagai konsekuensi dari panggilan Allah yang
telah menuntun kita pada keselamatan yang terpenuhi dalam diri Yesus Kristus.
Adapun kewajiban kita sebagai anggota Gereja, antara lain:
a. Hidup sesuai dengan hukum utama Kristus, yaitu hukum kasih
b. Hidup menurut ajaran Gereja Katolik yang tertuang dalam Lima Perintah Gereja,
yaitu:
- Rayakan hari raya yang disamakan dengan hari Minggu.
- Ikutlah Perayaan Ekaristi pada hari Minggu dan hari raya yang diwajibkan,
dan janganlah melakukan pekerjaan yang dilarang pada hari itu.
- Berpuasalah dan berpantanglah pada hari raya yang ditentukan.
- Mengaku dosalah sekurang-kurangnya sekali setahun.
- Sambutlah Tubuh Tuhan pada hari raya Paskah.
c. Kewajiban anggota Gereja seperti yang tertuang dalam Kitab Hukum Kanonik
(https://komkat-kwi.org/2014/04/11/kitab-hukum-kanonik), misalnya pada
Kanon 209:1, 210, 211, 222:1 dan 2, 225:1 dan 226:1.
Secara ringkas kewajiban sebagai anggota Gereja dapat pula dirumuskan sebagai
berikut:
a). Meningkatkan hidup doa, hidup sakramental, dan hidup moral.
- Hidup doa adalah doa dihayati sebagai ungkapan hati kita secara
jujur kepada Allah. Ungkapan syukur atas kebaikan Allah, sehingga
mendorong kita untuk dapat mensyukuri sekecil apa pun anugerah
Allah, bahkan dalam peristiwa yang kurang menyenangkan pun kita
masih dapat mensyukurinya.
- Hidup sakramental, yaitu semakin menghayati perayaan sakramen
sebagai tanda kasih Allah yang menyelamatkan. Tanda karya
penyelamatan Allah bagi hidup kita sehingga sakramen itu menjadi
berdaya guna bagi kita. Karena daya sakramen tidak tergantung dari
kesucian pribadi pelayannya. Buah dari sakramen itu tergantung dari
disposisi yang menerimanya
- Hidup moral (kristiani) adalah hidup yang senantiasa terarah kepada
cara-cara dan aturan-aturan yang selaras dengan karya dan cinta kasih
Allah.
b). Terlibat secara aktif dalam berbagai bidang karya gereja, misalnya sebagai
seorang remaja mau terlibat untuk menjadi lektor, lektris, misdinar, dan
masih banyak contoh yang lainnya.
2. Hak Anggota Gereja
Hak adalah milik, kewenangan, atau kekuasaan untuk memperoleh sesuatu atau
menuntut sesuatu yang benar. Hak sebagai anggota Gereja adalah sesuatu yang diperoleh
berkat Sakramen Baptis yang telah diterima demi kebaikan sendiri dan sesama.
Hak sebagai anggota Gereja tertuang dalam Kitab Hukum Kanonik, yaitu Kanon
212:2 dan 3, 213, 214, 215, 216, 217, 218, 219, 227.
Hak sebagai anggota Gereja secara singkat dapat dirumuskan sebagai berikut:
a. Hak dalam bidang liturgi, yaitu:
- l Mendapatkan pelayanan rohani.
- l Mendapatkan pelayanan sakramen.
- l Mengadakan ibadat sesuai dengan ritus yang ditetapkan.
b. Hak dalam bidang pewartaan, yaitu:
- l Ikut serta mewartakan injil (merupakan hak sekaligus kewajiban).
- l Memperoleh pendidikan Katolik.
c. Hak dalam bidang kebebasan, yaitu:
- Hak untuk berserikat.
l Hak untuk mengemukakan pendapat.
- Hak untuk memilih status kehidupan.
Memahami pelaksanaan kewajiban dan hak berdasarkan Kitab
Suci
1. Bacalah Surat Paulus kepada umat di Kolose 3:22-25 dan Injil Markus 10:35-40
sebagai berikut:
Kolose 3:22-25
22Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan
hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan
tulus hati karena takut akan Tuhan. 23Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah
dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. 24Kamu
tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu
sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya. 25Barangsiapa berbuat
kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang
orang
Markus 10:35-40
35 Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata
kepada-Nya: “Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu
permintaan kami!” 36 Jawab-Nya kepada mereka: “Apa yang kamu kehendaki
Aku perbuat bagimu?” 37 Lalu kata mereka: “Perkenankanlah kami duduk dalam
kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang
di sebelah kiri-Mu.” 38 Tetapi kata Yesus kepada mereka: “Kamu tidak tahu
apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum
dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?” 39 Jawab mereka: “Kami
dapat.” Yesus berkata kepada mereka: “Memang, kamu akan meminum cawan
yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima. 40
Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak
memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah
disediakan.”
Untuk Dipahami
- Anak-anak Zebedeus, yaitu Yakobus dan Yohanes merasa telah berjasa dengan
melaksanakan kewajibannya sebagai murid. Mereka merasa telah banyak
berkorban dengan meninggalkan keluarga, pekerjaan, dan segala miliknya untuk
mengikuti Yesus. Mereka merasa punya hak untuk dapat menikmati kehidupan
abadi di surga. Mendengar permintaan Yakobus dan Yohanes, Tuhan Yesus
menjawab, “Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku
tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa
itu telah disediakan.” Melalui kata-kata itu, Tuhan Yesus hendak menegaskan
bahwa hak untuk mendudukkan di sebelah kanan atau kiri itu akan diberikan
oleh Allah.
- Motivasi utama dalam melaksanakan kewajiban Gereja hendaknya bukan untuk
mendapatkan pujian atau karena takut kepada pemimpin Gereja. Motivasi itu
harus datang dari kesadaran untuk bertumbuh dalam iman kepercayaan kita
kepada Allah, sikap seperti inilah yang dipesankan oleh St Paulus. Setiap orang
akan melaksanaan kewajiban dengan sukarela dan suka cita.
- Demikian juga halnya ketika kita menerima hak sebagai anggota Gereja. Kita
terima dengan penuh suka cita sehingga mendatangkan berkat bagi banyak orang.
- Untuk semakin menguatkan peneguhan tersebut jika kondisi
memungkinkan, guru dapat menyarankan peserta didik untuk
melihat tayangan YouTube dengan link: Youtube Chanel, sulis
dwiyanta, Kata Kunci Pencarian: Hak dan Kewajiban Anggota
Gereja.
Kerjakan soal uraian ini: