Kamis, 03 September 2026

Mengembangkan Keadilan dan Kejujuran

 


Mengapa materi ini perlu dipelajari?

Agar kita mampu memahami ajaran Gereja tentang kejujuran dan keadilan sehingga mampu bersyukur dengan bertindak jujur dan adil serta membuat kampanye untuk menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan.

 

Ayat yang perlu untuk direnungkan

“Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak kamu katakan tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat.” (Mat. 5:37)

 

Pengantar

Menghormati hidup menjadi tugas kita bersama. Hanya dengan melakukan bersamasama, kita dapat menjamin martabat setiap manusia dihargai. Kita harus membangun hidup bersama dengan saling menghormati supaya setiap orang diakui sebagai warga masyarakat yang merdeka dan dapat berpartisipasi membangun masyarakat. Masyarakat juga harus ditata secara bertanggung jawab untuk menghormati pribadi manusia. Masyarakat yang menghadirkan keadilan bagi semua pihak, yang menjunjung tinggi kebenaran. Kebenaran akan tercapai jika setiap orang mampu bersikap dan bertindak jujur. Perintah Allah ke-7, ke-8 dan ke-10, “Jangan mencuri! Jangan bersaksi dusta terhadap sesamamu! Jangan ingin akan milik sesamamu secara tidak adil!” seharusnya dapat dijadikan pedoman bagi semua orang beriman untuk bertindak adil dan jujur. Dengan demikian, hidup sosial di tengah-tengah masyarakat dapat tertata dengan baik. Apakah keadilan dan kejujuran sudah sungguh-sungguh mewarnai kehidupan masyarakat kita? Jika belum, sumbangan apa yang dapat kita lakukan untuk turut memperjuangkan keadilan dan kejujuran? Jika kita rajin mencermati berita di berbagai media massa, entah media cetak atau pun media elektronik, hampir setiap hari kita disuguhi berita tentang peristiwaperistiwa ketidakadilan dan ketidakjujuran. Contoh, kasus penggelapan uang negara atau korupsi masih marak di negeri ini. Penggelapan uang nasabah, pencurian dengan kekerasan, perampasan hak milik. Perbuatan tidak adil dan tidak jujur bahkan sudah diawali sejak di bangku sekolah. Kebiasaan untuk memperoleh hasil yang maksimal dengan cara-cara tidak terpuji, seperti menyontek dianggap sebagai hal yang biasa. Berbagai peristiwa terjadinya perbuatan tidak adil dan tidak jujur tersebut sungguh sangat memprihatinkan. Kondisi yang sangat memprihatinkan ini seharusnya menggugah setiap orang untuk bersamasama memperjuangkan keadilan dan kejujuran.

 

Memahami praktik keadilan dan kejujuran dalam hidup sehari-hari

Untuk dipahami:

  1. Tindakan Burt Lancaster dapat kalian jadikan contoh atau teladan dalam memperjuangkan kejujuran dan keadilan. Jujur karena mengembalikan barang yang ditemukan kepada yang berhak memiliki. Adil karena dia tidak menggunakan uang yang bukan menjadi hak miliknya. Dia mengembalikan kepada yang berhak, yaitu perempuan itu.
  2. Perbuatan Burt mendatangkan kebahagiaan bagi dirinya maupun orang lain, khususnya perempuan tua itu. Betapa sedihnya perempuan tua itu jika Burt tidak mengembalikan uang tersebut. Memahami keadilan dan kejujuran berdasarkan Kitab Suci

Baca dan renungkan bacaan Kitab Suci berikut ini!

1 Raja-Raja 3:16-28

16 Pada waktu itu masuklah dua orang perempuan sundal menghadap raja, lalu mereka berdiri di depannya. 17 Kata perempuan yang satu: “Ya tuanku! aku dan perempuan ini diam dalam satu rumah, dan aku melahirkan anak, pada waktu dia ada di rumah itu. 18 Kemudian pada hari ketiga sesudah aku, perempuan ini pun melahirkan anak; kami sendirian, tidak ada orang luar bersama-sama kami dalam rumah, hanya kami berdua saja dalam rumah. 19 Pada waktu malam anak perempuan ini mati, karena ia menidurinya. 20 Pada waktu tengah malam ia bangun, lalu mengambil anakku dari sampingku; sementara hambamu ini tidur, dibaringkannya anakku itu di pangkuannya, sedang anaknya yang mati itu dibaringkannya di pangkuanku. 21 Ketika aku bangun pada waktu pagi untuk menyusui anakku, tampaklah anak itu sudah mati, tetapi ketika aku mengamatamati dia pada waktu pagi itu, tampaklah bukan dia anak yang kulahirkan.” 22 Kata perempuan yang lain itu: “Bukan! anakkulah yang hidup dan anakmulah yang mati.” Tetapi perempuan yang pertama berkata pula: “Bukan! anakmulah yang mati dan anakkulah yang hidup.” Begitulah mereka bertengkar di depan raja. 23 Lalu berkatalah raja: “Yang seorang berkata: Anakkulah yang hidup ini dan anakmulah yang mati. Yang lain berkata: Bukan! Anakmulah yang mati dan anakkulah yang hidup.” 24 Sesudah itu raja berkata: “Ambilkan aku pedang,” lalu dibawalah pedang ke depan raja. 25 Kata raja: “Penggallah anak yang hidup itu menjadi dua dan berikanlah setengah kepada yang satu dan yang setengah lagi kepada yang lain.” 26 Maka kata perempuan yang empunya anak yang hidup itu kepada raja, sebab timbullah belas kasihannya terhadap anaknya itu, katanya: “Ya tuanku! Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia.” Tetapi yang lain itu berkata: “Supaya jangan untukku ataupun untukmu, penggallah!” 27 Tetapi raja menjawab, katanya: “Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia; dia itulah ibunya.” 28 Ketika seluruh orang Israel mendengar keputusan hukum yang diberikan raja, maka takutlah mereka kepada raja, sebab mereka melihat, bahwa hikmat dari pada Allah ada dalam hatinya untuk melakukan keadilan.

Kisah Para Rasul 5:1-11

1 Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah. 2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasulrasul. 3 Tetapi Petrus berkata: “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? 4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.” 5 Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu. 6 Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya. 7 Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi. 8 Kata Petrus kepadanya: “Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?” Jawab perempuan itu: “Betul sekian.” 9 Kata Petrus: “Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar.” 10Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya. 11Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.

 

Untuk Dipahami

  1. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, adil berarti tidak berat sebelah (tidak memihak); sepatutnya, tidak sewenang-wenang. Secara umum pengertian keadilan dalam masyarakat adalah berpihak pada yang benar dan tidak memihak yang salah, tidak berat sebelah, memberikan hak sesuai dengan kewajiban yang telah dijalankan. Keadilan tidak boleh dipahami dengan pembagian yang sama rata sama rasa.
  2. Sebagai orang beriman kristiani, kita bisa menimba inspirasi dari Kitab Suci dalam berjuang menegakkan keadilan seperti yang dilakukan oleh Raja Salomo. Dalam mengawali tugasnya, Salomo tidak meminta harta kekayaan yang berlimpah, popularitas, maupun umur panjang. Salomo meminta hati yang paham dalam memutus perkara secara adil dan bijaksana (lih. 1 Raj. 3:1-15). Maka ketika Salomo harus memutuskan perkara yang dihadapi oleh rakyatnya, Salomo mampu memutuskan secara adil dan dengan pertimbangan yang bijaksana (lih. 1Raj. 3:16-28). Raja Salomo memberikan bayi yang diperebutkan oleh kedua wanita, kepada wanita yang memang berhak memilikinya.
  3. Bagi orang-orang Farisi dan Yahudi pada saat itu, keadilan dipahami sebagai sesuatu yang seimbang atau sebanding. “Mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki” (Kel. 21:24).
  4. Yesus mengajarkan kepada kita gagasan baru tentang keadilan. Keadilan harus ditempatkan dalam upaya manusia mendapatkan keselamatan dari Allah. Maka Yesus memberikan kesempatan kepada mereka yang bersalah untuk bertobat dan memperbaiki diri agar memperoleh keselamatan dari Allah (bdk Yoh. 8:2- 11; Luk. 19:1-10).
  5. Kaum remaja pun dapat terlibat dalam memperjuangkan keadilan. Misalnya, dengan cara berteman tanpa membedakan suku, agama dan status sosial, menghargai milik orang lain, mengembalikan barang yang dipinjam, memberikan bantuan pada mereka yang diperlakukan tidak adil, dan sebagainya.
  6. Dewasa ini kejujuran sepertinya menjadi sesuatu yang sangat mahal. Perilaku tidak jujur tidak hanya dilakukan oleh mereka yang memiliki kekuasaan, seperti para oknum penguasa yang melakukan tindak korupsi untuk memperkaya diri.
  7. Para pelajar yang sedang duduk di bangku sekolah pun seringkali melakukan perbuatan tidak jujur. Misalnya, menghalalkan segala cara untuk memperoleh hasil maksimal dengan cara menyontek. Tragisnya perbuatan tidak terpuji tersebut dianggap hal biasa, bukan hal yang memalukan lagi. Jika saat sekolah berbuat curang sudah dianggap biasa, apa jadinya nanti kalau mereka menjadi pemimpin?
  8. Tindakan tidak jujur akan membawa akibat bagi diri sendiri, orang lain, dan hidup bersama. Ketidakjujuran menipu diri sendiri dan orang lain. Ketidakjujuran membawa akibat orang akan kehilangan kepercayaan, hidupnya merasa tidak tenang. dan hidupnya tidak lagi dihargai oleh masyarakat umum.
  9. Dalam Kisah Para Rasul 5:1-11, perbuatan tidak jujur yang dilakukan oleh Ananias dan Safira berakibat sangat fatal, yaitu kematian. Karena perbuatan tidak jujur tidak hanya mendustai diri sendiri dan orang lain, tetapi mendustai
  10. Yesus mengingatkan kita untuk selalu bertindak jujur, “Jika ya hendaklah kamu katakan ya, jika tidak apa kamu katakan tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” (Mat. 5:37). Yesus menuntut setiap orang untuk setia dalam bertindak jujur. Perbuatan jujur adalah perbuatan yang berani menyatakan kebenaran. Dengan hidup dalam kebenaran, maka hidup bersama memungkinkan setiap orang dapat berkembang seutuhnya.
  11. Sebagai pelajar, banyak cara yang dapat dilakukan untuk belajar memperjuangkan kejujuran. Misalnya, dengan cara mengatakan sesuatu sesuai dengan yang sebenarnya, tidak menyontek saat ulangan, mengembalikan barang yang dipinjam atau menghargai hak milik orang lain, memberitahukan hasil belajar kepada orang tua dan sebagainya.


  1. Jelaskan bagaimana ajaran Yesus mengubah pemahaman tradisional (Prinsip "Mata ganti mata") tentang keadilan, dan bagaimana konsep keselamatan menjadi bagian dari ajaran tersebut!
  2. Berdasarkan kisah Raja Salomo dalam 1 Raja-Raja 3:16-28, analisis pertimbangan dan hikmat yang digunakan Salomo untuk menegakkan keadilan dalam menangani perselisihan kedua wanita tersebut!
  3. Pembelajaran moral dan spiritual apa yang dapat dipetik dari kisah Ananias dan Safira (Kisah Para Rasul 5:1-11) mengenai dampak ketidakjujuran terhadap diri sendiri, sesama, dan Allah?
  4. Mengapa kebiasaan tidak jujur seperti menyontek di lingkungan sekolah dapat berdampak serius bagi kehidupan bermasyarakat dan kepemimpinan di masa depan?
  5. Berikan 4 contoh tindakan nyata yang dapat dilakukan oleh seorang pelajar dalam kehidupan sehari-hari untuk memperjuangkan nilai kejujuran dan keadilan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sorotan

Pengantar

   Selamat Datang di Ruang Belajar Kita Salam damai dan sukacita dalam Kristus. 🙏 Halo teman-teman! Selamat datang di blog pembelajaran Pe...